The Big-G akhirnya nge-launching (baca: nge-loncing - menurut ejaan Bahasa Indonesia yang tidak baik dan tidak benar.) browsernya sendiri. Namane: Google Chrome. Masi versi beta seh, tapi gile.. keren pisan euy..!!
Tampilannya asik juga, nggak seperti semua tabbed browser yg ngeletakin tab-nya di bawah toolbars, Chrome ini ngeletakin tab nya di atas, di bar teratas yg biasanya kita akan ngeliat title sebuah page. Yang disana di pojok kanan atas biasanya pada diletakin tombol close, maximize / restore dan minimize. Dari tampilanya bisa langsung kerasa luasnya ruang browser.
Features
1. One box for everything. Web search. Web history. Address bar. Suggestions ketika kamu ngetik sesuatu di address bar. Satu kotak lengkap untuk semua kebutuhan browsing kamu!
2. New Tab page. Setiap kali membuka tab baru, akan muncul contoh visual situs yang paling sering dibuka, search engine yang paling sering digunakan, tab yang ditutup, dan halaman yang baru saja di bookmark.
3. Application shortcuts. Gunakan aplikasi Web tanpa membuka browser. Shortcut aplikasi dapat langsung digunakan untuk membuka aplikasi online favorit kamu.
4. Dynamic tabs. Tab bisa di drag keluar dari browser untuk membuat window baru. Ngumpulin beberapa tab dalam satu window, atau ngatur tab sesuai keinginan dengan cepat dan mudah. Serius, yg ini keren abiz!
4. Crash control. Setiap tab yang digunakan dijalankan secara terpisah di browser, jadi kalo salah satu aplikasi rusak, maka aplikasi lainnya tidak akan terpengaruh.
5. Incognito mode. Mode Nyamar! Gak ingin halaman yang dikunjungi ditampilkan di History? Pilih Incognito mode untuk browsing secara private.
6. Safe browsing. Chrome akan ngasi peringatan kalo kamu buka situs Web phishing, malware, atau yang dianggap tidak aman.
7. Instant bookmarks. Pengin bookmark Web? Klik ikon bintang di tepi kiri panel alamat, dan selesai. Udah gitu ajah.
8. Importing settings. Klo kamu mo pindah ke Chrome, Kamu tetep pada bisa gunain semua bookmark dan password yang disimpan di browser yang biasa kamu pake.
9. Simpler downloads. Ga ada window download manager yg suka bikin ribet. Status download akan ditampilkan di bagian bawah jendela aktif kamu.
Chrome Resources
Ada beberapa resources Google Chrome yang mungkin berguna buat kamu ngerti. Ini dia:
1. Getting Started Guide
2. Google Chrome Help Group
3. Sejarah lahirnya Chrome, dlm versi komik! Asik bener buat di baca, serius!
Download
Pada dicoba gih! Asik kok. Bisa langsung ke halaman depan Google Chrome, ato langsung download Google Chrome di sini.
Klo dah pada nyoba, kasi komentar yak, gimana pengalaman kamu.
Selamat nyoba ‘n have fun!
Update
Review menarik dari mas Lex dePraxis, tentang gimana dan tetek bengek-nya si Chrome dari kacamata end user. Bisa kamu-kamu baca di komentar di bawah ini. Thanks berat masukannya mas! Jujur and Lengkap!





→ 


September 4th, 2008
11:39 pm
Lex dePraxis said :
Saya agak telat satu hari memakai browser teranyar yang sedang menarik perhatian dunia ini. Dirilis tanggal 2 September kemarin, saya baru mengunduh dan meng-install-nya sehari setelah itu. Cukup menarik sekali untuk melihat software yang masih versi beta ini sudah mampu mendukung berbagai bahasa, termasuk bahasa Indonesia, walaupun masih terasa aneh dan konyol (bayangkan saja, ada sesuatu yang diberi nama ‘Di bawah terpal’ !!!).
Sepintas pada visual, ini adalah browser dengan tampilan yang sangat minimalis dan menawan. Saya nyaris tidak bisa melihat tombol atau gambar apapun yang terserak di interface / antarmuka-nya yang berwarna biru langit tersebut. Sepertinya Google benar-benar serius dengan komitmen mereka untuk memberikan keunggulan dalam kecepatan dan ketepatgunaan. Saya sedikit perlu penyesuaian ketika melihat tampilan tab yang agak nyeleneh dibanding dengan browser lainnya, tapi dalam lima belas menit saya sudah jatuh cinta dengan tampilan Google Chrome.
Sayangnya keunggulan penampilan tersebut masih belum dibarengi dengan kelengkapan fungsi yang memadai. Misalnya saja pada engine blog wordpress saya, http://hitmansystem.com/blog , tidak bisa menampilkan visual rich-text editor. Yang dimunculkan adalah box teks yang perlu di-edit secara html manual atau copy-paste dari dreamweaver atau software sejenisnya.
Saya pikir, Chrome sangat memerlukan kekuatan komunitasnya untuk menciptakan plugins yang membuat para peselancar dunia maya menjadi kasmaran berat dengannya. Seharusnya tidak perlu waktu lama untuk mereka mulai mengembangkan plugins itu atau istilah mereka ‘gears’ tersebut, tapi saya juga tidak terlalu yakin Chrome akan mengantisipasi banyak gears karena tujuan utama mereka adalah keringanan dan kecepatan.
Selama ini saya adalah pengguna browser Maxthon yang menurut saya pribadi sangat memuaskan dari segi keringanan, kecepatan, dan keluasan fungsi. Bergantian dengannya, saya juga masih memakai Firefox untuk keperluan mengakses situs yang kaya akan AJAX dan fungsi-fungsi skrip dinamis lainnya (seperti Facebook, Google Reader, atau Meebo) karena di Maxthon hal tersebut masih kurang terakomodasi dengan baik selain perlu loading yang lama. Kehadiran Chrome sepertinya yang serba cekatan menangani skrip sepertinya merupakan penyatuan yang sempurna dari Maxthon dan Firefox. Terbukti saya yang sekarang sudah uninstall Firefox, tertinggal Chrome sebagai default browser yang disusul oleh Maxthon sebagai alternatif yang sampai sekarang masih sulit saya tinggalkan. Perlu waktu yang lama bagi saya dahulu untuk memutuskan pindah dari Firefox ke Maxthon. Ketika saya melihat Chrome, hanya perlu waktu beberapa jam saja.
Sekalipun demikian, Chrome sepertinya tidak begitu dianjurkan untuk mereka yang menggunakan internet dengan bandwidth terbatas karena sampai saat ini tidak bisa memblok atau menonaktifkan gambar-gambar yang biasanya menyedot resource bandwidth. Akibatnya, berselancar dengan Chrome akan menghabiskan biasa yang cukup besar. Situs-situs populer di Indonesia seperti Detik.com, Kaskus.us, HitmanSystem.com, Okezone.com, ataupun manca negara seperti MSN.com dan BoingBoing.net memiliki begitu banyak materi gambar yang akan terasa merampok peselancar yang menggunakan dengan limited bandwidth.
Bagi saya, ada dua fitur yang paling menarik dari Chrome. Yang pertama adalah Incognito Window. Ini adalah ide mungil yang cukup cerdas; saya sangat terkejut Google mengantisipasi kebutuhan ini dengan serius, sampai-sampai dimunculkan sebagai mekanik tersendiri dalam browser mereka. Fitur kedua adalah Omnibox yang membuat segala sesuatunya lebih singkat dan lancar. Jenius!
Google telah menyewa seorang komikus untuk mengerjakan komik pendek yang bisa dibaca di sini. Saya adalah penggemar Scott McCloud lewat karyanya Understanding Comics, jadi saya memiliki harapan yang tinggi untuk hasil kerjasamanya dengan Google ini. Sayang sekali, komik Chrome tidak berhasil memuaskan harapan tersebut, karena penyampaiannya yang masih terasa kaku, prematur dan tidak serius. Anyways, pengguna Chrome, atau malah pencinta Chrome, rasanya akan tetap menikmati karya tersebut sebagai tutorial mekanik dari masa depan sebuah browser.
September 5th, 2008
12:30 pm
djarot said :
Lengkap bener! Yup, karena itulah Chrome masi di stage Beta.
Sebagaimana di jelasin di halaman 10 dan 11 di versi komiknya, testing udah dilakukan semaksimal mungkin, walopun, mereka bilang tetep ada limitnya. Testing ga bisa dilakukan di website yg membutuhkan password. Karenanya, dashboard wordpress “mungkin” belum termasuk dalam development versi sebelum di release beta.
Omnibox & Incognito Mode
Sepakat bgt tentang Omnibox (yang dalam “browser traditional” disebut address bar, atau URL bar) dan incognito mode. Tentang ide Omnibox ini, Ben Goodger, Software engineer, sempat kebat-kebit ga setuju, karena emang inline auto completion bener-bener gila-gilaan annoying-nya! Setelah di yakinkan bahwa konsep-nya jauh dari inline auto completion biasa, akhirnya cengengesan juga dia. Bravo, buat team Chrome.
Dinamik Tab, Safe Browsing, Tab-Sandbox!
Ini neh yang bener-bener sangar dari Chrome. Tab udah sejak pertama di design untuk jadi satu process terpisah dari tab laen. Pengembangan untuk penanggulangan malware itu tuh yang keren abiz. Di halaman 26, digambarin sangat jelas, tiap tab mereka ciptain boundaries, dan dikunci! Dari segi keamanan, walopun dlm satu tab ada sebuah site sedang dibuka yg lagi aktif siap nyebarin malware, dia ga bakalan bisa mempengaruhi tab laen ato system laen. No effect to your machine, no effect to other processes! Kereeen..!!!!
Alrite, yang laen, di tunggu komentar-e yak.
September 6th, 2008
6:20 pm
akusnadi said :
waduh sayah belum nyoba mas, soalnya ga ada installernya buat OS yang sayah pakai, jadi belum bisa kasih komentar.. yah mudah mudahan timnya opera dan firefox jadi lebih semangat dan kreatif lagi dalam pengembangan browser mereka
kalau sekarang sayah lebih suka opera, bisa ngatur mau napilin gambar atau tidak di setiap tab
September 9th, 2008
4:49 am
heru-sby said :
waduh belum sempat nyoba seh, pasti lebih power full ya om ….
September 9th, 2008
2:28 pm
djarot said :
Powerful, iya. Lebih Cepet, iya. Lebih secure, iya. Team chrome emang bener² nge-set standard baru buat browser. Tapi yg perlu diinget, ini masi versi Beta. Banyak yg ngomong, terlalu cepet ngambil keputusan pindah ke Chrome, sebelum versi resmi-nya direlease. Banyak yg nunggu sampe versi resmi direlease secara official. Karena, emang baru direlease 2 hari aja, programmer, hacker, cracker, udah pada sibuk ngotak-atik nyari kelemahannya. Dan emang udah ditemuin bug-bug nya.
Ntar tak publish tersendiri tentang bug-bug yg ditemukan di Google Chrome. Bisa tuh test-drive dulu. Dijamin langsung kepincut. Aku sendiri pake hampir semua browser, baek dengan engine mozilla atopun yg ber-engine ie. Buat mastiin, coding webnya compatible buat semua browser.
Chrome bisa jadi tambahan koleksi browser.
Thanks, udah mampir mas heru.
September 14th, 2008
4:46 am
trumank girl said :
i like chrome , sederhana namun mantap seperti si Paman Google dengan search engginenya yang sederhana tapi powerfull